Pemutus sirkuit merupakan peralatan pelindung yang sangat diperlukan dalam sistem kelistrikan, tetapi penggunaan jangka panjang atau pengoperasian yang tidak tepat akan menyebabkan penurunan kinerja atau bahkan kerusakan. Artikel ini akan memperkenalkan gejala umum kerusakan pemutus sirkuit, metode diagnostik, dan tindakan pencegahan, untuk membantu pengguna mengidentifikasi kesalahan dengan cepat dan mengambil tindakan untuk memastikan keamanan listrik.
1. Pemutus sirkuit tidak mau menutup (manual atau elektrik)
Fenomena: pemutus arus tidak dapat menutup dengan benar setelah menggunakan pegangan atau tombol listrik, dan sirkuit tidak dapat diberi energi.
Kemungkinan penyebab:
Tidak ada tegangan atau kumparan yang terbakar pada striker tegangan rendah (sebaiknya periksa kabelnya atau ganti kumparannya).
Kekuatan penutupan tidak memadai karena deformasi pegas penyimpanan energi (ganti pegas).
Tombol reset pada pengendali cerdas tidak direset (perlu menekan tombol reset).
2. Tersandung tidak teratur
Fenomena: Sering tersandung pada beban normal, atau tersandung seketika setelah motor dinyalakan.
Kemungkinan penyebab:
Nilai pengaturan sesaat dari penyerang arus lebih terlalu rendah (perlu menyesuaikan nilai pengaturan sesaat).
Kontak aus atau kontak buruk (bersihkan atau ganti kontak).
3.Terlalu panas atau bahkan berasap
Fenomena: Casing pemutus arus panas, berbau atau berasap.
Kemungkinan penyebab:
Tekanan kontak rendah atau permukaan kontak teroksidasi (diperlukan penyesuaian tekanan pegas atau penghilangan lapisan teroksidasi).
Resistensi tinggi karena sekrup sambungan longgar (sekrup perlu dikencangkan).
4.Kegagalan pemutus shunt
Fenomena: tombol pemutus darurat gagal membuka pemutus arus.
Kemungkinan penyebab:
Hubungan pendek kumparan atau tegangan rendah (perlu mengganti kumparan atau menyesuaikan catu daya).
Permukaan kontak rebuckling terlalu besar (perlu menyetel ulang mekanismenya).
5.Suara abnormal tripper tegangan rendah
Fenomena: suara bising saat berjalan, mungkin disertai getaran.
Kemungkinan penyebab:
Tekanan pegas counterforce terlalu besar (perlu menyesuaikan tegangan pegas).
Oli pada permukaan operasi inti besi atau cincin hubung singkat yang putus (komponennya harus dibersihkan atau diganti).
6.Kontak tidak dapat ditutup (fase tunggal atau multifase)
Fenomena: Kontak satu fase tidak dapat dihubungi, sehingga mengakibatkan rangkaian menjadi tidak sefase.
Kemungkinan penyebab:
Batang penghubung patah atau mekanisme pembatas arus berubah bentuk (harus mengganti batang penghubung atau mengatur ulang sudutnya).
Gangguan mekanis (perlu melumasi atau mengganti bagian yang melengkung).
7.Pemutusan sambungan sendiri setelah penutupan
Fenomena: pemutus arus yang aktif sendiri setelah penutupan sesaat yang singkat.
Kemungkinan penyebab:
Kesalahan pada pengaturan nilai penundaan lama (perlu mengkalibrasi ulang parameter proteksi arus lebih).
Penuaan elemen termal atau kegagalan sirkuit semikonduktor (perlu mengganti komponen).
Bagaimana cara mendiagnosis kegagalan pemutus arus dengan cepat?
1.Metode inspeksi visual
Periksa lampu indikator: bila lampu indikator tidak menyala atau berkedip tidak teratur, kemungkinan ada kesalahan internal.
Verifikasi beban: setelah menyingkirkan kemungkinan kelebihan beban dan tripping, dapat disimpulkan bahwa pemutus arus rusak.
2.Alat pengujian khusus
Penguji resistansi isolasi: memeriksa kinerja isolasi, untuk mencegah risiko kebocoran listrik.
Kamera pencitraan termal: temukan titik panas berlebih, identifikasi kesalahan kontak yang buruk terlebih dahulu.
3.Pengujian operasional
Uji peralihan manual/listrik: pastikan penggerak mekanis tidak macet atau rusak.
Bagaimana saya dapat mencegah kerusakan pada pemutus arus saya?
1. Pemeriksaan rutin sistem kelistrikan: Lakukan pemeriksaan sirkuit rutin, terutama untuk kesalahan seperti kabel yang sudah tua dan kontak yang kendor.
2. Jangan membebani sirkuit secara berlebihan: Gunakan peralatan listrik yang sesuai dengan arus terukur pemutus sirkuit, dan hindari penggunaan peralatan berdaya tinggi dalam jangka waktu lama untuk mencegah kelebihan beban sirkuit.
3.Penggantian pemutus arus yang menua tepat waktu: Pemutus arus dapat menjadi tua setelah penggunaan dalam jangka panjang dan harus diganti dari waktu ke waktu demi tujuan keselamatan kelistrikan.
4. Penerapan pemutus sirkuit yang benar sesuai spesifikasi: pilih pemutus sirkuit yang tepat sesuai dengan daya peralatan listrik, jangan memilih pemutus sirkuit dengan daya rendah.
Meringkaskan
Pemutus sirkuit adalah "malaikat pelindung" sistem tenaga listrik. Kerusakannya akan menimbulkan ancaman keselamatan yang serius. Oleh karena itu, kita harus segera menemukan gejala kegagalannya. Jika ditemukan kelainan, tindakan harus segera diambil untuk memeriksa atau menggantinya guna memastikan pengoperasian sistem tenaga listrik yang aman dan stabil.
Berikut ini beberapa informasi yang mungkin menarik minat Anda:
Penyimpanan energi pegas dalam pemutus sirkuit
Panduan diagnosis kesalahan umum untuk pemutus sirkuit mini
Pemecahan masalah umum pada pemutus sirkuit casing cetakan
Temukan lebih banyak dari SENTOP Electrical Co., Ltd.
Berlangganan untuk mendapatkan postingan terbaru yang dikirim ke email Anda.
